Batuk

Leave a comment

     coughpicBatuk merupakan salah satu gejala yang paling umum yang sering pasien atau orang tua pasien keluhkan pada dokter maupun tenaga kesehatan lain. Apa sebenarnya batuk itu? Batuk adalah bentuk reflek yang penting untuk meningkatkan pembersihan sekresi dan partikel yang terdapat pada saluran pernafasan dan melindungi dari aspirasi benda asing yang terjadi sebagai konsekuensi dari aspirasi atau menghirup partikel, patogen, sekresi akumulasi, postnasal drip, peradangan, dan mediator inflamasi yang terkait. Dalam kondisi normal, batuk memiliki peran penting dalam melindungi saluran pernafasan dan paru-paru parenkim, tetapi pada kondisi lain, beberapa batuk dapat menjadi berlebihan dan tidak berproduktif , menyusahkan bahkan memiliki potensi yang berbahaya untuk lapisan mukosa pada saluran nafas.

Ada beberapa hal yang dapat More

Sariawan ( Aphthous Stomatitis )

Leave a comment

Sariawan adalah pembengkakan atau peradangan yang terjadi di lapisan mukosa mulut. ariawan dalam medis lebih dikenal dengan istilah stomatitis, atau aphthous stomatitis. Aphthous berasal dari bahasa yunani, yaitu aphta yang berarti ulceration atau luka. Istilah aphthous ini dinyatakan oleh Hippocrates pada tahun 460-370 SM. Stomatitis yang terjadi berulang pada rongga mulut disebut Reccurent Apthous Stomatitis(RAS). Sariawan memang bukan penyakit yang serius atau bahkan mengancam jiwa, tetapi kondisi ini sangat mengganggu karena membuat susah untuk makan dan berbicara. Manifestasi klinis dari RAS adalah ulser tunggal atau multipel, dangkal, bulat, lonjong dan sakit. Sariawan bisa disebabkan oleh beberapa factor: seperti stres, luka di mulut, infeksi pada mulut, mulut kering, perubahan imunitas, alergi makanan, siklus haid, atau minuman yang asam. Faktor pencetus More

Jelajah Jurnal

Leave a comment

Ibu Rochmy Istikharah, S.Farm., M.Sc., Apt.Alhamdulillahirabbil’alamin. “JELAJAH JURNAL” telah sukses digelar pada 8 Desember 2012. Jelajah Jurnal merupakan salah satu bentuk apresiasi PIO Farmasi UII terhadap kebutuhan informasi terkini. Membahas bagaimana mencari jurnal dengan cepat dan tepat, sebagai sumber literatur dalam memperoleh informasi baru terkait obat dan penyakit dengan pembicara Ibu Rochmy Istikharah, S.Farm., M.Sc., Apt.

Bukan hanya mencari jurnal dengan cepat dan tepat, kajian dalam Jelajah Jurnal ini juga memudahkan mahasiswa farmasi UII dalam pembuatan skripsi, dan lain-lain. Semangat dan sambutan hangat mahasiswa dalam acara ini semoga mewakili seluruh pejuang tanah air untuk terus belajar dan terus menggali informasi yang bermanfaat tiada henti.

Salam PIO Farmasi UII

Stevens-Johnson Syndrome

Leave a comment

    Stevens-Johnson Syndrome (SJS) adalah penyakit kulit yang berpotensi mematikan yang biasanya dihasilkan dari reaksi obat. Bentuk lain dari penyakit ini disebut nekrolisis epidermal toksik, dan sekali lagi ini biasanya hasil dari reaksi obat-terkait. Kedua bentuk penyakit dapat mematikan serta sangat menyakitkan dan menyedihkan. Dalam kebanyakan kasus, gangguan ini disebabkan oleh reaksi terhadap obat, dan satu obat yang telah datang di bawah api akhir-akhir ini adalah cox-2 inhibitor Bextra, yang sudah terhubung ke gangguan ini.

     Ada obat lain yang telah dikaitkan dengan Stevens-Johnson Syndrome, dan ini termasuk beberapa OAINS lainnya (

non-steroid anti-inflammatory drugs), Allopurinol, Fenitoin, Karbamazepin, barbiturat, antikonvulsan, dan antibiotik sulfa. Kondisi ini kadang-kadang bisa – meskipun tidak sangat sering – dikaitkan dengan infeksi bakteri, dan dalam beberapa kasus tidak ada penyebab yang diketahui untuk timbulnya Stevens-Johnson Syndrome atau nekrolisis epidermal toksik. More

Hari AIDS

2 Comments

hiv 1

1 Desember 2012, sobat PIO Farmasi UII bagi-bagi leaflet di jalanan dalam memperingati hari AIDS sedunia. Hal ini dilakukan dengan tujuan agar masyarakat lebih mengenal apa itu HIV maupun AIDS dan menjauhi AIDS bukan menjauhi orangnya.

APA itu HIV dan AIDS?

HIV (Human Immunodeficiency Virus) More

Berbagai Zat Tambahan Dalam Campuran Kosmetik

Leave a comment

Berbagai zat tambahan dalam campuran kosmetik :

  1. Zat Warna, adalah zat atau campuran zat yang dapat digunakan pada sediaan kosmetik untuk mewarnai sediaan. Zat warna ini dapat pula digunakan sebagai bahan aktif dengan tujuan untuk melapisi luar tubuh manusia dengan atau tanpa bantuan zat lain. Misalnya produk kosmetik seperti Lipstick, Eyeshadow, dan Blush on.
  2. Zat Pewangi, adalah zat atau campuran zat yang dapat digunakan pada sediaan kosmetik untuk memberikan aroma wangi pada sediaan tersebut. Contoh : Menthol, Sandalwood. Untuk produk kosmetik wangi-wangian, zat pewangi dapat pula berfungsi sebagai bahan aktif. Misalnya Parfum, Eau De Toilette, Eau De Cologne.
  3. Zat Antioksidan, adalah zat/bahan yang ditambahkan untuk mencegah oksidasi dari sediaan. Contoh : vitamin E, Vitamin C, dll
  4. Zat Pengikat, adalah zat/bahan-bahan yang ditambahkan ke dalam formula kosmetik bentuk padat untuk mencegah terjadinya kohesi. Contoh : Sellulosa, Kalsium stearat, dll
  5. Dapar (Buffering agent), adalah zat/bahan-bahan yang ditambahkan ke dalam formula kosmetik untuk menambah atau menstabilkan pH. Contoh : asam sitrat, natrium hidroksida, dll
  6. Zat Pengkhelat, adalah zat/bahan-bahan yang ditambahkan ke dalam formula kosmetik untuk membentuk kompleks dengan ion logam yang  dapat berpengaruh terhadap stabilitas dan tampilan dari kosmetik tersebut. Contoh : Natrium Edetat.

 

Bahan tambahan yang dilarang dan diizinkan digunakan dalam kosmetik dengan persyaratan penggunaan & kadar maksimum yang diperbolehkan. More

KOLESTEROL

Leave a comment

      Kolesterol adalah salah satu lemak tubuh (lipid) yang sangat penting untuk aktivitas membran sel, membuat hormon, vitamin dan asam empedu. Kolesterol juga membantu dalam transmisi impuls saraf. Tingkat kolesterol dalam darah tergantung pada apa yang Anda makan dan bagaimana tubuh membuat kolesterol di dalam hati. Memiliki terlalu banyak kolesterol dalam darah bukanlah penyakit, tetapi dapat menyebabkan pengerasan dan penyempitan pembuluh darah (aterosklerosis) dalam sistem kardiovaskuler.

          Dalam tubuh terdapat lemak yang terdiri dari koleterol jahat yang biasa disebut LDL (Low Density Lipoprotein) di mana lemak ini dapat menempel dan masuk ke dalam dinding pembuluh darah dan menyebabkan terjadinya plak. LDL dapat berkontribusi terhadap penyakit jantung dan penyakit kardiovaskuler lainnya. Sedangkan koleterol baik yang dikenal dengan HDL (High Density Lipoprotein) merupakan lemak yang dapat melarutkan kandungan LDL yang berlebih di dalam darah. More

Older Entries

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 2,176 other followers